Desakan-desakan nurani berlomba untuk menyuarakan aspirasi

Entah ini yang dinamakan aspirasi atau kepentingan sepihak

Hal ini ternyata sudah menjadi sesuatu yang bias pada bangsa ini

Fungsi ganda menempel bagai mata uang yang punya dua sisi yang berbeda

 

Makna pengabdian disusun hanya sebagai panggung politik kebohongan semata

Mata orang kecil ditutup dengan sedikit janji yang saking tingginya sulit untuk diraih

Alih alih mereka yang dulu menggambarkan dirinya bunga sekarang  berkicau bunganya telah layu

Bayangan akan kekuatan lawan-lawan politik terbenam dalam tidur-tidur patriotiknya

 

Dalam tawanya tersimpan makna tahan banting  akan perlawanan terhadap cibiran juga pujian

Dengan gamblang menjawab dengan interpretasi akedemisnya di sidang bailout century siang itu

Ia yang memakai kebaya yang manis saat pengangkatannya kembali menjadi abdi untuk urusan uang rakyat

 

Sebuah ikhtiar untuk meredam gejolak politis dengan mengasingkan diri dari kegaduhan massa

Beragam situasi negeri menjadi alat kontrol bahkan kendaraan politik bagi sejumlah manusia tertentu

Tidak mudah membenamkan diri dalam situasi serba tertekan memilih mundur tapi kian terdesak

Pilihan untuk sejenak meninggalkan sejumlah tekanan politik dirasakan merupakan pilihan yang terbaik

 

Bukan kekalahan katanya tapi kemenangan yang tertunda untuk dirayakan

Akankah pengharapan yang lebih baik timbul saat kebutuhan itu datang

Padahal sekarang ia sedang sedikit menarik nafas dengan tugas barunya

Sesekali mungkin mengikuti dengan seksama perkembangan bangsanya

Melihat mendengar juga memperhatikan dengan sungguh beragam polemik kebangsaan

 

Banyak orang menyindir perginya  sebagai kebuntuan nurani seorang Sri

Dengan jalur kebuntuan pergi di tengah keputusasaan bangsanya

Atau bahkan mungkin juga keputusasaannya tak pernah kita tau

Ini sebuah elegi untuk menulis ulang seorang wanita patriotik yang bernama Sri

Advertisements